TANJAB BARAT, KHAMPARAN.COM — Kondisi jalan aspal di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi sorotan setelah ditemukan retakan memanjang pada badan jalan yang diketahui merupakan bagian dari kegiatan peningkatan jalan desa tahun 2026. 


Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan kegiatan bidang pembangunan dengan jenis kegiatan peningkatan jalan aspal di RT 02 Desa Teluk Ketapang.


Dalam papan proyek disebutkan, pekerjaan memiliki volume 90 meter x 3 meter x 0,05 meter, dengan anggaran sebesar Rp67.780.000. Sumber anggaran tercantum berasal dari SILPA Dana Desa, dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari dan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).


Namun, kondisi fisik jalan yang terlihat di lapangan menunjukkan adanya retakan memanjang pada permukaan aspal. Pada sejumlah bagian, retakan tampak cukup jelas dan terdapat bagian yang mulai terbuka. Senin, (24/08/2026).


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat pekerjaan tercantum sebagai kegiatan tahun 2026 dan saat ini jalan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Secara hitungan berdasarkan volume pada papan proyek, pekerjaan tersebut mencakup luas sekitar 270 meter persegi dengan ketebalan aspal yang tercantum sebesar 5 sentimeter.


Meski demikian, munculnya retakan pada permukaan jalan tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai akibat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kerusakan jalan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi tanah dasar, lapisan pondasi, pemadatan, kualitas material, drainase hingga beban kendaraan yang melintas.


Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab retakan dan apakah hasil pekerjaan di lapangan telah sesuai dengan spesifikasi teknis serta dokumen perencanaan.


Selain kondisi permukaan aspal, bagian sisi jalan juga terlihat memiliki material batu dan tanah dengan vegetasi di sekitar bahu jalan. Kondisi tersebut turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam melihat daya tahan konstruksi jalan, terutama berkaitan dengan aliran air dan kestabilan badan jalan.


Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp67,78 juta, masyarakat tentunya berhak mengetahui apakah volume, ketebalan, kualitas material serta pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.


Khamparan.com akan menelusuri lebih lanjut proyek peningkatan jalan tersebut, termasuk mencocokkan kondisi fisik di lapangan dengan dokumen anggaran dan spesifikasi pekerjaan serta meminta keterangan dari Pemerintah Desa Teluk Ketapang dan pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti munculnya retakan pada jalan tersebut masih memerlukan penjelasan dan pemeriksaan teknis dari pihak yang berwenang.


Khamparan.com juga membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Pemerintah Desa Teluk Ketapang, TPK maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan dan kondisi proyek tersebut.