KUALA TUNGKAL, Khamparan.com – Polres Tanjung Jabung Barat mendorong pelestarian budaya bahari melalui Presisi Merdeka Balap Pompong yang digelar di kawasan Water Front City (WFC) Kuala Tungkal, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-61 Tahun 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang memadati kawasan WFC untuk menyaksikan perlombaan.
Balap pompong tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan kembali tradisi bahari yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir Tanjab Barat.
Kapolres Tanjab Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., mengatakan balap pompong merupakan bagian dari budaya masyarakat Kuala Tungkal yang perlu terus dijaga.
“Lomba pompong ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan wujud pelestarian budaya, semangat kebersamaan dan sportivitas masyarakat Kuala Tungkal. Melalui kegiatan ini, kita juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai sungai sebagai sumber kehidupan,” ujar Maulia.
Menurut Kapolres, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Karena itu, sportivitas, ketertiban dan keselamatan menjadi bagian penting selama perlombaan berlangsung.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut diikuti peserta dan disaksikan sekitar 2.000 masyarakat. Sejumlah unsur Forkopimda dan pejabat daerah turut hadir, di antaranya Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., Wakil Bupati Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi, S.I.P., M.Han., serta Wakapolres Tanjab Barat Kompol Andi Musahar, S.H., M.H.
Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan balap pompong yang dinilai memiliki ciri khas tersendiri bagi daerah.
Menurutnya, selain menjadi ajang silaturahmi masyarakat dan nelayan, kegiatan tersebut memiliki potensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang dapat mendorong kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
“Balap pompong merupakan salah satu aktivitas lomba yang menjadi ciri khas Kabupaten Tanjab Barat dan memiliki keunikan tersendiri. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal dan tradisi masyarakat,” kata Bupati.
Perlombaan menggunakan rute sepanjang 1 kilometer dengan lebar lintasan 50 meter. Peserta menggunakan pompong berbahan kayu dan diwajibkan memenuhi ketentuan keselamatan, termasuk penggunaan jaket pelampung.
Setelah seluruh tahapan perlombaan, panitia menetapkan peserta nomor 24 sebagai Juara I, nomor 28 Juara II, dan nomor 53 Juara III. Sementara Juara Harapan I diraih peserta nomor 51, Harapan II nomor 16, dan Harapan III nomor 43.
Panitia menyediakan hadiah utama berupa tiga unit sepeda motor dan tiga unit sepeda listrik, ditambah berbagai hadiah serta doorprize bagi peserta dan masyarakat.
Selain perlombaan, kegiatan juga diisi dengan penyaluran 150 paket bantuan sosial. Masing-masing paket berisi satu dus mi, satu liter minyak goreng dan lima kilogram beras.
Untuk menjaga kegiatan tetap aman dan tertib, Polres Tanjab Barat bersama instansi terkait melakukan pengamanan terpadu. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif, pengaturan arus masyarakat di sekitar lokasi serta pemantauan jalur perlombaan.
Kabag Ops Polres Tanjab Barat AKP Hermanto, S.H., mengatakan pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
“Personel kami bersama instansi terkait melakukan pengamanan secara terpadu untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan bersama-sama menjaga keselamatan selama perlombaan,” ujarnya.
Presisi Merdeka Balap Pompong menunjukkan bahwa tradisi bahari masih memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat Kuala Tungkal. Melalui kegiatan yang dikemas dalam suasana perayaan, tradisi lokal tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, pemerintah daerah dan kepolisian.
