JAMBI, KHAMPARAN.COM – Sanggar Pinang Merah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui penampilan memukau dalam ajang Panggung Bersama Pusparagam Negeriku "Dari Jambi untuk Indonesia" yang digelar di Taman Budaya Jambi, Selasa (4/8/2026).

Mewakili Tim Kesenian Tanjung Jabung Barat, Sanggar Pinang Merah membawakan karya tari bertajuk "Makan Behidang", yang mengangkat salah satu tradisi khas masyarakat Kuala Tungkal. Penampilan tersebut memadukan gerak tari, iringan musik yang megah, serta pesan budaya yang kuat, sehingga berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari para penonton.

Karya "Makan Behidang" menggambarkan tradisi makan bersama dalam satu hidangan besar yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuala Tungkal. Dalam tradisi tersebut, nasi, aneka lauk-pauk, air minum, dan kobokan disajikan di atas satu nampan untuk dinikmati bersama, sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong.

Melalui pertunjukan ini, Sanggar Pinang Merah tidak hanya menampilkan keindahan seni tari, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pelestarian budaya lokal kepada generasi muda. Tradisi Makan Behidang diharapkan tetap terjaga sebagai warisan budaya yang mencerminkan nilai kekeluargaan, saling menghormati, dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Karya tari tersebut ditata oleh Ari Pandi, sementara iringan musik digarap oleh para anggota Sanggar Pinang Merah. Penampilan didukung delapan penari, yakni Meisya, Pida, Suci, Qila, Adel, Nazar, Nobel, dan Azza, serta sembilan pemusik yang dipimpin Sopyan A., S.Sn bersama Lukman, Ican, Gilang, Putra, Aldy, Jumri, Alka, dan Vera Nike.

Sanggar Pinang Merah dipimpin oleh Ucok Pendi dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Penampilan ini menjadi wujud komitmen Tanjung Jabung Barat dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah di tingkat Provinsi Jambi. Melalui karya "Makan Behidang", Sanggar Pinang Merah membuktikan bahwa tradisi lokal dapat dikemas menjadi pertunjukan seni yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.